Home » » Cerita Dewasa Di Sarang Penyamun

Cerita Dewasa Di Sarang Penyamun

Written By Novita Retnaningtyas on Wednesday, October 30, 2013 | 3:59 AM

Cerita Dewasa Di Sarang Penyamun - Warung remang-remang yang menjual minuman keras itu, terletak jauh dari keramaian di pinggir kota. Warung itu selalu buka dan hampir tak pernah tutup. Hampir seluruh pengunjungnya adalah laki-laki pemabuk, preman, bandit, rampok, pembuat onar. Tempat itu menjadi sarang penjahat. 

Sejumlah preman terlihat sedang asik minum-minum. Empat dari mereka bermain kartu remi yang sudah lusuh. dan yang lima lainnya sedang berbicara dengan Rony. Mereka sedang merencanakan perampokan terhadap toko emas di kota 

Setelah berbicara cukup lama, Rony menyalakan Rokoknya, lalu berjalan ke luar warung. Matanya menerawang jauh, menatap jalan kecil yang mulai gelap itu. Sampai matanya agak memicing, karena silau, tersorot lampu mobil.

Suzuki Carry itu tepat berhenti di samping Rony. Perlahan kaca gelap mobil itu terbuka, dan terlihat sosok gadis muda berdandan rapi melongokkan kepalanya dari jendela mobil, jilbab birunya kelihatan menonjol didepan, tak mampu menyembunyikan ukuran payudaranya yang cukup besar.
“Malam pak, numpang tanya, perumahan cemara indah, dimana pak..” tanya gadis itu dengan lembut.

Rony menatap gadis itu, dia tersenyum, di otaknya mencari cara, untuk memperdaya gadis itu.
“Sebenarnya bisa lewat jalan ini terus lurus, tapi jalan di depan ada galian kabel, jadi harus muter, terus lewat gang kecil di sebelah sana..” kata Rony membohonginya.

“Oh, lewat jalan gang.. yang mana yah pak..” kata gadis itu lagi.
“Wah jalannya sempit dan rusak, terus agak belok belok..” kata Rony lagi.
Gadis itu diam, sepertinya binggung.
“Begini saja, biar saya antar, saya naik motor, nanti kamu ikuti motor saya..” kata Rony.
Gadis itu tersenyum,
“Wah, terima kasih, jadi repotin bapak saja nih..”. 

Rony tersenyum, jantungnya berdetak lebih cepat, rencananya sudah makin mendekati ke mangsanya. Rony tersenyum lagi.
“Tidak apa apa koq, tapi saya mau makan dulu yah.. di warung dalam sana.. kamu tunggu saja sebentar..”. 
Rony berencana, untuk mengepungnya bersama teman temannya dan membawanya masuk ke warung itu.
Tapi di luar dugaan Rony, gadis itu malah turun dari mobil suzuki carry itu.
“Eh pak, saya juga agak haus.. saya ingin minum juga..” katanya. 

Itu langkah yang salah, gadis itu tak menyadari banyak serigala lapar di dalam sana. Rony tersenyum sekali lagi, dan menatap gadis itu. Gadis berjilbab itu memakai rok panjang serta baju atasan longgar, tapi semua itu tak mampu menyembunyikan keindahan bentuk pantat dan payudaranya. Buah dada gadis itu cukup besar, padat dan bulat. Pantatnya juga terlihat bulat di tutupi oleh rok panjangnya.

Setelah gadis itu berada di warung, Dia tidak yakin apakah tempat ini baik, setelah matanya melihat keadaan di sekelilingnya. Gadis itu mulai grogi, dia terus dekat Rony yang asik melahap mie instan rebus. Dalam kegelisahan, gadis itu memutuskan untuk memesan teh botol dan meminumnya sambil berdiri menunggu.

Keempat orang yang sedang bermain kartu remi memandanginya dengan mata melotot penuh nafsu birahi. Gadis itu merinding ketika matanya menatap mata mereka. Mereka menjilati bibir mereka setiap kali matanya beradu pandang dengan mereka. Tak lama, suasana semakin memanas. 

“Pak, ayo tolong antarkan saya.” kata gadis itu pada Romy.
Rony tersenyum
“Sabar yah, oh iyah nama kamu siapa sih ”.
Gadis itu tak menjawab. Tapi Rony bertanya lagi
“Eh, nama kamu siapa ?”
“Lina Fajriana “jawabnya singkat. 
“Oh nama elo bagus juga, “kata Rony.

“Ayo pak, nanti saya bayar ongkosnya, tolong bapak antar saya sekarang “. kata lina lagi.
Rony tersenyum sinis, lalu tangannya hinggap di pantat Lina dan merabanya. Gadis itu tersendak
“Eh.. jangan kurang ajar yah..” katanya.
Rony tersenyum menyeringai
“Hehehe... baru gitu aja elo udah marah, gimana kalo gua ent0t loe..”. 

Nada bicara Rony berubah, yang tadinya lembut, sekarang jadi kasar. Lina menyadarinya, ini tidak baik. Segera dia menuju ke pintu, untuk pergi dari sana. Tapi terlambat, dua orang bandit berada di depan pintu. Mereka berdiri sambil mengusapi selangkangan mereka. 

“Hei Non, gimana kalo loe buka baju elo, jadi kita bisa senang-senang!” kata seseorang dari mereka.
“Gimana kalo kita nyanyi sama-sama, sambil telanjang Non?” yang lain menimpali. 
“Minggir, saya mau pergi..” kata Lina panik.
Tapi seseorang segera mendekatinya dan mendorongnya duduk di kursi.
“Hei, apa-apaan nih..” kata Lina

Kemudian tanpa aba-aba, preman itu menjilat dan mencium pipi Lina. Lina berontak, dan menjerit
“Apa-apaan nih…”
Lalu tangan Lina reflek menampar pipi preman itu. Tiba-tiba, preman itu mencabut belatinya, dan menancapkan belati itu di kursi kayu yang di duduki Lina, tepat di antar kedua paha Lina sehingga roknya robekr dan memperlihatkan paha putihnya serta celana dalamya.

Lina hanya bisa memandangi belati mengkilap itu dengan mulut terbuka, tak percaya kejadian ini harus menimpa dirinya. Lalu orang itu merabai pahanya dan berusaha membuka kaki Lina.
“Hei, apa-apaan nih tolong, jangan “.
Lina meronta dan memandang sekelilingnya dengan tatapan memelas mohon pertolongan.

“Hei, jangan gangu dia, dia milik gua..” bentak Rony.
Dan preman itu melepaskan tangannya. Rony segera mendekati pintu dan menguncinya. Dua orang preman memegang tangan Lina yang terus berusaha meronta dan menjerit,
“Tolong.. tolong… lepaskan… jangan…”
Dari atas tempat duduknya. Kedua laki-laki itu berkata
“Teruslah menjerit.. gua suka dengar suara jeritan elo…”

Wajah Lina pucat ketakutan, memohon untuk melepaskan dirinya. Tapi preman itu segera menarik tangannya, dan membawanya ke meja kayu. Lina terus meronta. Tangan preman itu meremas kuat payudaranya sambil menariknya. Karena kesakitan mau tak Mau Lina megikuti kemauan mereka. Akhirnya mereka berhasil membawa dan membaringkan Lina di meja kayu itu.

Kemudian kedua tangan gadis berjilbab itu di ikat pada kaki meja. Kini Lina terbaring tak berdaya, dengan tangan terikat seperti di salib. Hanya kakinya yang bergerak menendang nendang tanpa arah.. 
“Ayo non, terus berontak, gua suka sekali melihatnya..” kata Rony tertawa.
Lina terus berontak, dan menangis memohon dilepaskan. Tapi Rony hanya tertawa.
“Eh, elo minggir, liatin gua aja yah, cewek ini punya gua..” kata Rony pada teman temannya. 
Teman-temannya hanya tertawa tawa.

Lalu Rony segera merobek semua pakaian Lina, dengan bantuan belatinya. Dalam waktu yang sangat singkat semua pakaian tersebut lepas seluruhnya. Semua mata langsung tertuju pada tubuh Lina yang hanya memakai celana dalam hitam, dan juga bra yang hitam. Serta kerudung birunya tetap ada di kepalanya.

Rony merangkak keatas meja. Tapi Lina segera menedangnya. Rony menangkis tendangannya, lalu memukul keras perutnya, Lina menjerit kesakitan, perutnya terasa sangat sakit dan nafasnya sesak
“aduh, ampun jangan pukul…”. 

Rony pun turun lagi, dan mengikat kedua kakinya pada kaki meja itu. Kini Lina benar benar tak berkutik. Dia terikat diatas meja dengan kaki terbuka lebar.
“Hahaha..cewek sialan loe, ayo coba menendangku lagi..” kata Rony. 

Lina hanya bisa menitikan air mata. Dan Rony pun segera mendekatkan mukanya pada selangkanan Lina, menciumi aroma vaginanya yang masih terbungkus celana dalamnya. Lina mengelijang dan memohon
“Tolong hentikan ini…”. Tapi itu sia sia saja. 

Rony terus saja menciumi celana dalamnya, dan tak lama dengan belatinya itu dia merobek celana dalam dan Bra Lina. Kini tubuh Lina terbuka, tanpa sehelai benang pun kecuali jilbab birunya. Rony menatap tubuh telanjang gadis itu, demikian juga preman preman bejat lainnya. 

Buah dada Lina yang montok, vaginanya yang kecil dengan sedikit bulu bulu kemaluannya. Rony segera mendekat ke vaginanya. Dengan dua jarinya dia membuka lebar bibir vagina Lina.
”Wah, vagina wanita berjilbab memang bagus, apa elo masih perawan..” kata Rony. 

Lina menangis. Rony pun mejulurkan lidah menjilati klitorisnya. Lina mengelijang dan meronta
“sudah tolong hentikan ”.
Rony terus saja bernafsu melumat vagina Lina. Membuat Lina terus mengelijang. 

“Aaghhh “jerit Lina, ketika Rony memasukan dua jarinya ke liang kewanitaan itu.
Jari Rony menyolok nyolok vagina lina dengan cepat. Jerit kesakita Lina malah semakin membuat gerakkan jari Rony Liar. Rony mengorek ngorek liang vagina lina. Lalu menarik jarinya keluar. Rony mencabut jarinya, menatap jarinya yang basah, menyeringai, lalu kembali memasukan jarinya di liang vaginanya.

“Rupanya, elo udah gak perawan yah.. dasar perek berjilbab, elo suka ngentot ya” ejek Rony.
Lina tidak bisa membantah ejekan itu, bahwa kemunginan keperawanannya hilang akibat jatuh dari sepeda dengan cukup keras. Kembali jarinya menyodok-nyodok vagina Lina, membuat Lina menggeram pedih.

Setelah Rony puas dengan vaginanya, Rony melepaskan ikatan Lina dan menariknya turun dari meja. Untuk memastikan bahwa wanita didepannya tidak berani melawannya, kembali bogem mentah Rony bersarang di ulu hati Lina. Lina tersungkur di lantai, dan Rony membuka celananya. Penisnya mengacung keras. 

Tiba-tiba, Rony memegang kepala Lina dan menariknya keras-keras, Lina menjerit kesakitan
“Ahhhh, tolong ampun…”. 
Rony memerintahkan Lina untuk segera mengulumnya dan jika ia berani mengigit penisnya, ia akan merontokan gigi Lina.

Rony memajukan penisnya mendekati muka Lina, penisnya sudah tegang dan keras, ia menjepit hidung Lina untuk membuat Lina membuka mulutnya. Lina meronta, tapi Kembali Lina menjerit,
“Ahhhh … “ ketika satu pukulan keras mengenai dadanya. 

Ketika Lina kehabisan nafas dan membuka mulutnya untuk menghirup udara, Rony segera mendorong penisnya ke dalam mulut Lina. dan mulai mendorong penisnya masuk masuk dan menarik kepala Lina hingga hidungnya mentok menabrak perutnya. 

Kepala Lina dipaksa bergerak maju dan mundur tanpa henti. Dan ketika kepala penis itu masuk ke tenggorokannya Lina tersedak, tapi Rony tetap mendorong hingga penisnya masuk semua kemulut Lina, kepala penis itu masuk lebih dalam di tenggorokan Lina dan berhenti di sana. Air mata Lina meleleh.

Kepala Lina dipegangi dengan erat sehingga tak dapat bergerak lagi dengan penis yang terbenam hingga tenggorokannya. Setelah beberapa saat, Rony kemudian menarik penisnya keluar, Lina megap-megap menarik nafas. Belum lagi nafasnya terasa lega, kembali Rony menekan penisnya ke mulut Lina. 

Setelah 10 menit Rony memaksa penisnya keluar masuk dalam mulut Lina, penisnya serasa bertambah nikmat dan akan mencapai puncaknya. Lina tersedak, dan terasa sperma Rony muncrat di tenggorokkannya. Setelah penis itu benar benar terlepas dari mulutnya, Lina segera memuntahkan sperma yang tersisa dalam mulutnya hingga mengalir dan membasahi jilbab birunya. 

Seorang dengan perut buncit, tangannya penuh tatto segera menghapiri Lina. Membuka resleting celananya, Tangannya kemudian memegang erat kepala Lina dan mulai mendorong masuk penisnya dalam mulut lina mengantikan Rony. Ia Menggerakan penisnya dengan kasar di mulut Lina. Erangan Lina terdengar setiap kali penis itu masuk jauh ke tenggorokannya.

Ketika laki-laki itu akan orgasme ia menarik kepala Lina dan membenamkan penisnya dalam-dalam. Sperma langsung menyembur keluar banyak sekali ke tenggokan Lina. Dan dari sudut mulut Lina sperma itu keluar, menggantung di dagu Lina. Kemudian orang itu menarik penisnya dari mulut Lina, Lina megap-megap menarik nafas dan terbatuk-batuk mencoba memuntahkan sperma yang masih ada di tenggorokannya.

Dua orang kemudian memegangi Lina sementara yang lain mulai melepaskan pakaian mereka. Menghampiri Lina dan memukul perutnya bergantian. Lina tak berdaya untuk melarikan diri, setelah baru saja ia merasakan beberapa pukulan di perutnya, ia mengalami shock. 

Ketika semuanya telah telanjang bulat, kembali Lina diangkat dan diletakan di atas meja kayu dan langsung dipegangi oleh empat orang laki-laki, setiap orang memegangi tangan dan kakinya. Kaki Lina terbuka lebar dan tubuhnya telentang. 

Rony kembali mendekat dan naik ke atas meja. Perlahan ia menggosokan penisnya yang besar ke kaki Lina. Yang lain hanya bisa memandang iri pada penis Rony yang panjangnya hingga 25cm. Rony memerintahkan orang di dekat kepala Lina untuk mengangkat kepala Lina dan memaksa Lina untuk melihat ketika penis Rony mulai masuk ke vagina Lina. 

Orang yang memegangi kaki Lina berusaha membuka kaki Lina lebih lebar. Dengan satu kali dorongan keras, penis Rony dengan keras memasuki vagina Lina. Lina menjerit sekeras-kerasnya,
“Aahhh...” meronta-ronta tanpa daya untuk menghentikan Rony yang memperkosa dirinya.
Rony sendiri menikmati sekali jeritan dan rontaan Lina. Ia senang setiap kali Lina menjerit kesakitan. 

Ketika Rony sedang memperkosanya, laki-laki lainnya ikut memainkan buah dada Lina dan mengisapi puting susunya, Lina terus menjerit
“Ahhh ampun tolong hentikan…”
Kaki Lina diangkat tinggi-tinggi dari atas meja sementara tangan-tangan merabainya, menikmati halusnya kaki Lina. Lina shok berat dilecehkan sedemian rupa.

Beberapa menit kemudian jeritan Lina hanya tinggal erangan dan rintihan tapi Rony tetap memperkosa Lina tanpa henti, terus bergerak makin cepat. Setelah beberapa saat, Rony menarik penisnya hingga hampir terlepas dari jepitan vagina Lina, ia mengerang dan maju mendorong ke depan sekuat tenaga. 

Kepala Lina terdongak dan jeritan melengking terdengar, melolong panjang keluar dari mulut Lina
“Ahhhh…”. Rony mengejang beberapa saat penisnya menyemburkan sperma ke dalam vagina Lina.
Setelah Rony mencabut penisnya, spermanya pun berhamburan keluar dari liang vagina Lina yang membengkak dan memar. 

Laki-laki yang lain kemudian melepaskan pegangan Lina dan bertengkar mengenai giliran siapa selanjutnya. Lina hanya bisa berbaring, menangis, tubuhnya menjejang kesakitan. kaki dan tangannya masih terbuka lebar, ia menangis histeris. Ia telah diperkosa, dilecehkan, harga dirinya di injak injak.

“Eh perek, kenapa nangis, Loe mustinya nikmatin, soalnya masih banyak cowok yang antri, semua mau cobain vagina elo. Kita baru aja mulai!” katanya pada Lina. 
Cerita Dewasa Di Sarang Penyamun

Seorang laki-laki segera naik ke atas meja setelah Rony turun. Sekarang, Lina dapat merasakan bagaimana bibir vaginanya perlahan membuka kembali dan penis itu perlahan masuk ke dalamnya. Lina merasakan tubuhnya seperti dirobek oleh penis yang masuk. Lina mengerang lagi
“aghhh …”

“Loe jangan belagu deh! Kalo lo nggak suka sama punya gue atau punya temen gue tadi, masih ada yang laen! Cepet atau lambat lo pasti temuin yang lo suka!” bentak orang itu. 
Perkataan orang itu membuat apa yang telah ia takutkan selama ini menjadi nyata. Lina akan diperkosa bergantian oleh seluruh orang yang ada di warung itu. Dan ia tidak punya pilihan sama sekali. Lina hanya bisa menyerahkan dirinya dan melayani mereka hingga selesai.

Sekarang Lina hanya berharap ia bisa keluar dari situ hidup-hidup, dan berharap tidak ada seorangpun yang tahu apa yang telah ia alami. Tak lama preman itu menyemburkan spermanya ke dalam vagina Lina yang sudah terisi oleh sperma Rony. Lalu dengan segera orang lain menggantikan laki-laki itu, kemudian laki-laki lain menyusul, setelah itu temannya juga mulai memperkosa Lina.

Lina tidak bisa lagi menahan rasa sakit dan ia sudah kehabisan tenaga melayani laki-laki itu. Lina lalu menangis dan memohon pada semuanya agar melepaskan dirinya.
” Sudah tolong… Ahhh..saya sudah tak kuat……”. 
Lalu laki-laki itu meremas buah dada Lina keras-keras hingga Lina menjerit kesakitan.
“Ahhh sakit hentikan tolong…”
“Jangan berisik! Lo belon ngelayanin temen-temen gue! Masih ada 5 orang lagi!” bentaknya pada Lina.

Tiba-tiba orang itu menarik penisnya keluar dan merangkak ke dada Lina. Lina sudah sangat ketakutan sekarang hingga ia hanya bisa berbaring dengan mata terpejam erat, menunggu orang selanjutnya yang akan mengambil giliran memperkosanya. 

Ia sama sekali tidak menyadari orang yang baru saja memperkosanya mengarahkan penisnya ke muka Lina. Dan tepat sebelum orang itu orgasme Lina membuka matanya. Sperma segera menyembur ke seluruh wajah Lina. Spermanya banyak sekali, Lina terlihat seolah-olah mencuci mukanya dengan sperma. 

Ketika orang itu puas ia menarik kepala Lina dan menamparkan penisnya ke wajah Lina beberapa kali.
“Memohonlah sama penis ini, salah sendiri masuk ke sini. Lo musti ngelayanin kita sampe penis ini nggak bisa bangun lagi! Ngerti” Orang itu membentak dan mengguncang-guncang kepala Lina.
Lina sangat ketakutan, nggak ada lagi yang bisa dilakukan selain menganggukkam kepalanya.

Lima orang terakhir kemudian mengambil giliran dan memperlakukan Lina sama dengan orang sebelumnya. Ketika hampir orgasme, mereka menarik penisnya keluar, merangkak di atas dada Lina, dan memyemprotkan sperma mereka ke seluruh wajah dan buah dada Lina kemudian menarik jilbab Lina untuk membersihkan penis mereka. 

Ketika orang yang terakhir selesai Lina berbaring hampir tak sadarkan diri. Seluruh tubuhnya dilumuri sperma. Lina tidak bisa membuka matanya karena tertutup oleh sperma. Lina tidak mebersihkan sperma itu karena takut pada para pemerkosanya. Mereka mengatakan bahwa dirinya harus pulang ke rumah dengan tubuh yang basah oleh sperma, telanjang bulat hanya memakai jilbabnya saja.

Jilbab Lina yang berwarna biru terlihat kusut karena terkena sperma yang mengering. Ketika orang-orang itu beristirahat sejenak, Lina hanya mampu berbaring lemas di atas meja, kakinya terbuka lebar dan sperma mengalir keluar dari vaginanya, menunggu orang selanjutnya memperkosa dirinya. 

Vagina Lina tampak memar, memerah, dan terasa sakit karena baru saja dimasuki sepuluh orang bergantian tanpa henti. Dua orang menarik tubuh Lina turun dari meja itu dan menyeretnya ke kamar mandi. Mereka kemudian membersihkan tubuh Lina dengan kertas tisu yang kasar dari sperma yang menempel.

Dan ketika tubuhnya diseret keluar lagi, Lina melihat meja tadi telah dipindahkan ke pinggir ruangan. Di tengah ruangan itu sekarang tergelar matras kusam dan delapan laki-laki telanjang bulat berdiri mengelilinginya. Lina didorong ke tengah-tengah lingkarang orang itu, hingga ia terjatuh ke atas matras, tubuhnya tersungkur tak berdaya untuk mengangkat tubuhnya.

Lina merasakan tangan-tangan laki-laki di seluruh ruangan itu berebut memegangi tubuhnya mulai menarik, mendorong dan mengangkat tubuhnya. Ketika Lina membuka matanya ia melihat seseorang telah berbaring telentang di bawah tubuhnya. 

Orang itu adalah si Rony, penisnya sudah tegak berdiri. Kedua bibir vagina Lida kemudian dibuka dan perlahan tubuh Lina diturunkan mengarah ke penis Rony. Dengan sisa-sisa sperma yang ada, penis itu dapat lebih mudah masuk ke dalam vagina Lina. Dan Lina sendiri hanya mengerang
“Ahh perih tolong hentikan...” 

Seseorang kemudian menarik kepalanya, dan sebuah penis lain mendekati mulutnya. Lina tak bisa berbuat lain, dengan perlahan membuka mulutnya, berharap mereka tidak akan menyakitinya jika ia menuruti kemauan mereka. Penis itu terus masuk ke dalam mulutnya hingga ke tenggorokan Lina dan berhenti tak bergerak. Kepalanya dipegangi dengan erat sekali. 

Selanjutnya Lina merasakan sebuah tangan mendorong tubuhnya hingga turun. Kemudian tangan-tangan lain mulai membuka belahan pantatnya. Lina panik dan berusaha merangkak menjauhi tangan-tangan itu. Dengan merangkak membuat penis di mulut Lina masuk makin dalam ke tenggorokannya. 
“Hei, lo suka juga akhirnya! Kalo gitu ayo mulai aja sayang!” kata orang yang memasukan penisnya ke mulut Lina sambil tersenyum.

Ia mulai menggerakan pinggulnya dengan cepat dan sekuat tenaga. Tubuh Lina yang terdorong mundur karena gerakan orang itu, disambut dengan sebuah penis lain di lubang anusnya. Sekarang rasa sakit yang perlahan mulai hilang dari tubuh Lina, kembali menyengat seluruh tubuhnya. 

Lina merasakan sakit yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya. Pikiran Lina menjerit kesakitan, sedangkan mulutnya hanya bisa mengeluarkan suara tidak jelas diredam oleh penis yang keluar masuk. Rasa sakit itu makin menjadi-jadi, ketika ketiga orang itu mulai bergerak berirama. Tubuh Lina seperti terkoyak-koyak ketika penis-penis itu bergantian keluar masuk di dalam vagina dan anusnya.

Dua orang kemudian mendekat memegangi tubuh Lina hingga ia tidak terjatuh ke samping. Semua lubang di tubuh Lina, mulut, vagina dan anus dipergunakan oleh mereka untuk memuaskan nafsu mereka secara bersamaan. 

Kemudian dua orang terkakhir tadi menarik paksa tangan Lina, melingkarkan jari-jari Lina di penis mereka dan menyuruhnya untuk mulai mengocok penis-penis mereka, sementara dua orang lainnya berlutut di samping Lina, dan menarik buah dadanya untuk kemudian digosokan pada penis mereka. 

Sekarang Lina sudah dalam keadaan berlutut, tubuhnya bergoyang maju mundur. Orang-orang itu terus-menerus menggunakan tubuh Lina untuk membuat mereka puas. Tidak seorang pun peduli dan melihat bahwa Lina sama sekali tidak bisa bergerak. Semuanya tampak sangat bernafsu.

Lina terus memejamkan matanya karena ia tidak ingin melihat bagaimana orang-orang itu mempergunakan tubuhnya untuk memuaskan mereka. Ia hanya berharap semua itu segera selesai, karena dirinya hampir tidak bisa lagi menahan sakit di sekujur tubuhnya. 

Orang di anus Lina lebih dulu orgasme. Ketika ia selesai dan menarik penisnya keluar, orang lain maju dan memasukkan penisnya ke anus Lina. Lalu orang di mulutnya menyemburkan sperma, membuat Lina tersedak tak bisa bernafas, berusaha sekuat tenaga menelan sperma orang itu.

Lalu penis itu digantikan oleh penis lain, yang kali ini lebih besar. Lina berusaha membuka mulutnya lebih lebar, tapi orang itu tidak sabar dan langsung mendorong penisnya masuk, dan mulai bergerak. Ia mendorong penisnya dalam-dalam sampai mentok dan tidak menariknya keluar, terus menahannya di dalam tenggorokan Lina. Lina kemudian merasakan getaran dari tubuh Rony di bawahnya dan cairan hangat mengalir ke dalam vaginanya, segera setelah itu orang lain menggantikan posisi Rony tadi.

Orang-orang tadi bergantian memperkosa Lina di seluruh lubang yang ada, ia terus menelan semua sperma yang disemburkan di dalam mulutnya. Dua orang di depan wajahnya mengocok penisnya masing-masing dan mengarahkan penisnya ke wajah Lina. 

Ketika Lina melihat ke bawah, orang di bawah tubuhnya sedang menatap wajahnya dan kepalanya diganjal oleh kedua tangannya. Tak lama kemudian sperma kembali masuk ke dalam vagina Lina, dua detik kemudian sperma menyembur ke anusnya. Penis lain kembali masuk ke vagina Lina. Lina kembali memejamkan matanya, ia sekarang hanya bisa mengeluarkan suara erangan yang semakin tinggi ketika penis lain masuk ke anusnya.

Ketika ia membuka matanya lagi, Lina melihat sebuah penis diarahkan ke wajahnya. Kepala penisnya berwarna ungu bulat, dan beberapa detik kemudian sperma menyembur menghantam wajahnya mengalir masuk ke mulutnya. Orang itu kemudian minggir dan sebuah penis lain maju mendekat.

Sepanjang malam Lina terus melanyani 8 orang itu hingga semuanya mendapat bagian menggunakan mulut, vagina dan anusnya paling sedikit satu kali. Dan ketika orang-orang tersebut sudah merasa puas dan menjauh dari tubuh Lina, tubuh Lina tersungkur, terkapar tak berdaya. Lina lalu mengangkat wajahnya berusaha melihat orang-orang yang mengelilinginya, setelah itu semuanya gelap Lina tak sadarkan diri. 

Ketika Lina terbangun ia kaget. Ia sudah ada didalam mobilnya sendiri. Duduk dibelakang kemudi dengan tubuh telanjang bulat dan basah dengan aroma sperma yang tajam, hanya jilbabnya yang menutupi dadanya. Ia harus pulang menyetir mobil dalam keadaan seperti itu.
“Untung saja kaca mobilku berwarna gelap. Semoga saja nggak ada yang melihat ” katanya dalam hati. 

Ketika melihat keadaan sekitarnya, Warung tempatnya diperkosa sudah tutup dan sepi. Ia tak tahu kemana semua orang yang tadi malam mengeroyoknya. Lalu ia mencari barang-barangnya. Dompetnya dapat ditemukannya, tapi ponselnya hilang. Ketika dilihat di kursi belakang ada selembar kertas berisi pesan. 

“Lina. Kami semua cukup puas menikmati tubuh kamu malam tadi. Kami menjadi ketagihan karenanya. Tempik mu nikmat sekali. Ponsel kamu yang sudah kami penuhi dengan foto-foto telanjang kamu sendiri, kami ambil sebagai jaminan bahwa kamu akan tetap memegang rahasia dan bersedia melayani kami kapan saja, dimana saja dan dengan cara apa saja. Seminggu lagi hubungi kami dengan nomor baru kamu, kami akan menentukan dimana lagi kita akan bersenang-senang”

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Daftar Isi | Disclaimer
Copyright © 2013. Moncrotz - All Rights Reserved
Supported By Cewek Crot and Foto Hot
Proudly powered by Blogger