Home » , , » Mengenal lebih jauh budaya VALENTINE

Mengenal lebih jauh budaya VALENTINE

Written By Novita Retnaningtyas on Wednesday, February 13, 2013 | 8:02 PM

Pada zaman modern ini, hari Valentine didominasi oleh hati berwarna pink dan yang dipanah oleh Cupid. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol-simbol cinta ini.

Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.

Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.


Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu bertempur, sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.

Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati.

Di penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.

Julia bertanya, "Apakah Tuhan sungguh mendengar doa kita?"

"Ya anakku. Dia mendengar setiap doa kita."

"Apakah kau tahu apa yang aku doakan setiap pagi? Aku berdoa supaya aku dapat melihat. Aku ingin melihat dunia seperti yang sudah kau ajarkan kepadaku."

"Tuhan melakukan apa yang terbaik untuk kita, jika kita percaya pada-Nya,"sambung Valentine.

"Oh, tentu. Aku sangat mempercayai-Nya," kata Julia mantap.

Lalu, mereka bersama-sama berlutut dan memanjatkan doa.

Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata,"Dengan cinta dari Valentin-mu" (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma.

Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.

Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine.

Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian seksual! Caranya, mereka memasukkan nama ke dalam satu wadah, lalu mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undian lagi.


lalu, bagaimana generasi muda indonesia menyikapi valentine day?
berkaca pada valentine day tahun 2012, banyak berita yang menyatakan bahwa valentine day tidak hanya dihiasi dengan coklat, tapi juga dengan kondom

Valentine 2012 dulu :

TEMPO.COM, Yogyakarta- Penjualan alat kontrasepsi dan tes kehamilan di Yogyakarta melonjak 300 persen pada Hari Kasih Sayang atau Valentine Day tahun ini. "Peningkatan sudah terjadi mulai dari akhir pekan lalu sampai hari ini," kata Vivin S., penjaga di Apotek-24, di wilayah Seturan Sleman, Yogyakarta, kepada Tempo, Selasa, 14 Februari 2012.


Di apotek yang berdekatan dengan sejumlah perguruan tinggi itu, penjualan sehari-hari berkisar 5-15 unit kondom. Tapi, sejak Sabtu pekan lalu hingga puncaknya Senin malam kemarin, permintaan melonjak hingga berkisar 50-100 unit kondom per hari.

Dari permintaan itu, dominasi pembelian pengunjung adalah kondom produk lokal seperti Sutra yang harganya berkisar Rp 3-4 ribu. Sementara itu, di urutan kedua terbanyak adalah kondom dengan aneka rasa buah bermerek Fiesta, dengan harga mulai Rp 6 ribu. Dan urutan permintaan paling banyak terakhir adalah kondom impor dengan merek Durex, yang harganya mulai Rp 12 ribu per paket. Dalam satu paket berisi 1-3 buah kondom.

"Untuk yang kondom rasa buah, permintaan paling banyak masih sama seperti tahun sebelumnya, rasa stroberi dan pisang," kata Vivin. Sedangkan pembelinya mulai dari remaja hingga orang dewasa.

Alat penguji kehamilan juga mengalami peningkatan, khususnya yang berharga murah sekitar Rp 3 ribu per unitnya. Menjelang Hari Valentine, test pack ini dalam sehari bisa laku sampai 25-50 per unit. Padahal, pada hari biasa, hanya laku 5-10 unit.


yang lebih mengejutkan lagi, di beberapa minimarket bahkan ada yang menawarkan coklat dengan paket plus-plus.

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Daftar Isi | Disclaimer
Copyright © 2013. Moncrotz - All Rights Reserved
Supported By Cewek Crot and Foto Hot
Proudly powered by Blogger