Home » » Satu Lagi, Bayi Meninggal Karena Ruang Rawat Penuh

Satu Lagi, Bayi Meninggal Karena Ruang Rawat Penuh

Written By Novita Retnaningtyas on Wednesday, February 27, 2013 | 12:46 AM

112786


[imagetag]

Satu Lagi, Bayi Meninggal Karena Ruang Rawat Penuh Belum hilang ingatan kita tentang meninggalnya Dera Nur Anggraini akibat terlambat mendapat penanganan dari rumah sakit, hal serupa kembali terjadi. Kali ini kasus serupa menimpa Hikmah Fitriatul, bayi perempuan berusia 1 tahun 3 bulan, yang meninggal karena menyandang gizi buruk dan infeksi paru-paru.

Hikmah meninggal sekitar pukul 09.00 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2013). Hikmah diduga meninggal karena telat mendapatkan perawatan karena penuhnya ruang rawat di RSCM.

Putri bungsu dari pasangan Parjo (33) dan Soimah (45) dibawa ke RSCM setelah mendapatkan surat rujukan dari RS Islam, Cempaka Putih, pada 12 Februari 2013. Hikmah dibawa ke RSCM dengan diantarkan oleh Nora, seorang pengajar di kawasan pemulung, Rawasari, yang menjadi guru kakak dari bayi tersebut. Namun, setibanya di sana, bayi malang itu sempat ditolak oleh rumah sakit karena ruangan penuh.

"Saya harus menunggu sampai 5 jam baru dapat tempat di IGD," kata Nora di kantor LBH Jakarta, Selasa (26/2/2013) sore.

Saat datang, Nora sudah menegaskan kepada dokter bahwa Hikmah mengalami gangguan pernapasan sehingga harus dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Namun, kata Nora, hal tersebut tidak digubris.

Setelah empat hari di rawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Hikmah dipindahkan ke ruang rawat inap biasa. Untuk membantu pernapasannya, bayi yang memiliki berat 3,8 kilogram ini harus menggunakan alat bantu pernapasan orang dewasa, walaupun kepala bayi tersebut lebih kecil dari ukuran normal. Hal itu mengakibatkan udara yang masuk dari alat bantu pernapasan itu terus keluar melalui sela-sela alat pernapasan.

"Selama 2 minggu, tidak ada penanganan khusus, padahal saya sudah tekankan kalau Hikmah mengalami masalah pada pernapasannya," ujar Nora.

Ketika Hikmah sudah kritis, RSCM baru menyarankan Hikmah dibawa ke rumah sakit yang memiliki ruang NICU karena RSCM kekurangan ruang NICU. Namun, RSCM tidak menunjukkan rumah sakit rujukan untuk merawat Hikmah.

"Akibat penanganan yang tidak maksimal, klimaksnya, Hikmah mengembuskan napas terakhir tadi pagi pukul 09.00 WIB. Dokter bilangnya gagal napas. Yang saya sesalkan kenapa tidak dari awal saja Hikmah dirujuk ke rumah sakit lain," kata Nora.

[ sumber ]





0 comments:

Post a Comment

 
Support : Daftar Isi | Disclaimer
Copyright © 2013. Moncrotz - All Rights Reserved
Supported By Cewek Crot and Foto Hot
Proudly powered by Blogger